PROPOSAL KEGIATAN

 

PROMOSI KESEHATAN GIGI DAN MULUT

DALAM BENTUK UKGS INOVATIF MANDIRI

 DI SDN PEDALANGAN 02 BANYUMANIK SEMARANG

TAHUN 2024

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

Putri Lutfiah Ahmad

P1337425224107

Kelas Rpl Alih Jenjang Reguler

 

 

 

 

 

 

 

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

JURUSAN KESEHATAN GIGI

TAHUN 2024

 

 


 

PROPOSAL KEGIATAN

 

PROMOSI KESEHATAN GIGI DAN MULUT

DALAM BENTUK UKGS INOVATIF MANDIRI

 DI SDN PEDALANGAN 02 BANYUMANIK SEMARANG

TAHUN 2024

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

JURUSAN KESEHATAN GIGI

TAHUN 2024

 

 

LEMBAR PENGESAHAN

PROPOSAL KEGIATAN

PROMOSI KESEHATAN GIGI DAN MULUT

DALAM BENTUK UKGS INOVATIF MANDIRI

 DI SDN PEDALANGAN 02 BANYUMANIK SEMARANG TAHUN 2024

 

 

Proposal kegiatan ini disahkan pada :

Hari, tanggal   :

 

Ketua Pokja

 

 

Nur Hidayati

 

Pelaksana,

 

 

 

Ketua Panitia

 

 

Putri Lutfiah Ahmad

NIM. P1337425224107

 

 

Pengampu Mata Kuliah

 

 

Salikun,S.Pd,M.Kes

NIP.196204061988031002

Mengetahui,

 

 

 

 

 

Kepala Sekolah SDN Pedalangan 02 Banyumanik

 

Wahyuti S.IP

NIP.189200033467001345

 

Ketua Prodi

Sarjana Terapan Gigi

     

Sulur Joyo Sukendro

NIP.196204061988031002

Menyetujui,

Ketua Jurusan Kesehatan Gigi

Poltekkes Kemenkes Semarang

 

Prof. Dr. drg. Diyah Fatmasari, MDSc

NIP. 197001051991012001

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.      Latar Belakang

Kesehatan gigi dan mulut adalah salah satu faktor yang tidak hanya berpengaruh terhadap rongga mulut serta fungsi pengunyahan, namun dapat mempengaruhi kualitas hidup secara langsung. Kesehatan gigi yang dipelihara dengan baik sejak dini dapat berpengaruh terhadap perilaku dan perkembangan di kemudian hari (Kamran et al, 2014). Kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu masalah kesehatan yang memerlukan penanganan secara komprehensif, karena masalah gigi berdimensi luas serta mempunyai dampak luas yang meliputi faktor fisik, mental maupun sosial bagi individu yang menderita penyakit gigi. Gigi merupakan bagian dari alat pengunyahan pada sistem pencernaan dalam tubuh manusia. Masalah utama kesehatan gigi dan mulut pada anak ialah karies gigi (Worotitjan, Mintjelungan, Gunawan, 2013).

Pada anak sekolah, masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan masalah yang penting karena tidak saja menyebabkan keluhan rasa sakit, tetapi juga menyebarkan infeksi ke bagian tubuh lainnya sehingga mengakibatkan menurunnya produktivitas. Kondisi ini tentu akan mengurangi frekuensi kehadiran anak ke sekolah, mengganggu konsentrasi belajar, mempengaruhi nafsu makan dan asupan makanan sehingga dapat memengaruhi status gizi dan pada akhirnya dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan fisik. Umumnya anak- anak memasuki usia sekolah mempunyai risiko karies yang tinggi karena pada usia sekolah ini anak-anak biasanya suka jajan makanan dan minuman sesuai keinginannya (Gunawan, 2013).

Kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu masalah kesehatan yang ada di Indonesia. Hal ini tergambar dari hasil Riset Kesehatan Dasar 2018, Indonesia memiliki masalah Kesehatan gigi sebesar 57,6% dan bahkan ada 21 provinsi yang mempunyai prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di atas angka nasional. Prevalensi perilaku menyikat gigi setiap hari pada penduduk umur ≥ 3 tahun sudah cukup tinggi yaitu 94,7% namun hanya 2,8 % penduduk yang menyikat gigi dengan baik dan benar. Untuk provinsi Semarang proporsi perilaku menyikat gigi setiap hari pada penduduk umur ≥ 3 tahun sebanyak 95,37% namun hanya 1,95% yang waktu menyikat gigi yang benar. Perilaku menyikat gigi berhubungan dengan terjadinya karies gigi (Kementerian Kesehatan, 2018).

Masalah kesehatan gigi yang banyak diderita masyarakat Indonesia adalah karies gigi. Penyakit karies gigi merupakan suatu proses demineralisasi struktur jaringan keras gigi seperti dentin dan enamel. Karies gigi atau gigi berlubang merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dialami oleh hampir seluruh masyarakat di Indonesia. Hal ini dibuktikan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 melaporkan anak usia 5-6 tahun mengalami masalah kesehatan gigi sebesar 93% dengan angka def-t nasional 8,43 artinya rata-rata jumlah kerusakan gigi sebesar 8 sampai 9 gigi setiap anak. Kondisi tersebut belum memenuhi target WHO dan FDI yaitu 50% anak usia 5-6 tahun bebas dari karies gigi.

Dalam penigkatan kesehatan gigi dan mulut, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah memprogramkan upaya promotif dan preventif kesehatan gigi melalui UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) dan UKGM (Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat) sebagai upaya yang paling efektif dan efisien dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut. Namun upaya tersebut masih belum maksimal karena pada kenyataanya praktek di lapangan (Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik gigi) sebagian besar masih berupa upaya kuratif. Hal ini ditunjang juga dengan belum maksimal pada pendayagunaan tenaga-tenaga kesehatan gigi karena tenaga perawat gigi yang bertugas sebagai pelaksana UKGS dan UKGMD adalah tenaga perawat gigi Pegawai Negeri Sipil  yang berada di Puskesmas wilayah tersebut. Jadi akan lebih efektif apabila dalam suatu tempat terdapat satu buah pelayanan kesehatan gigi yang terfokus pada sasaran  tertentu, misalnya di sebuah TK, SD kampus.

Usaha Kesehatan Gigi Inovatif adalah program kesehatan gigi dan mulut yang inovatif, terdiri dari tiga pagar pencegahan (simulasi risiko karies Irene Donuts, terapi remineralisasi, dan perlindungan permukaan) yang bertujuan untuk membentengi seseorang dari karies gigi. Sumber utama yang menggerakkan program ini adalah pemberdayaan, setiap orang memiliki peran penting yaitu tenaga kesehatan gigi, orangtua murid dan guru di sekolah. Kebiasaan pola hidup sehat termasuk menjaga kesehatan gigi, akan dapat terlaksana dengan baik apabila dilakukan secara bersama-sama antara orangtua / keluarga dengan sekolah / pendidik.

UKGS Inovatif penting untuk dilakukan karena alasan sebagai berikut:

a.  Bahwa masa kanak-kanak adalah masa pertumbuhan gigi susu, dimana pada usia TK adalah masa dimulainya tanggalnya gigi susu untuk berganti menjadi gigi permanen

b.  Pada masa kanak-kanak, kasus terjadinya karies gigi cukup besar, tetapi di dianggap tidak menyebabkan kematian sehingga sering di abaikan, namun jika tidak tertangani dengan  baik maka akan menjadi sumber infeksi pada organ tubuh yang lain sehingga dapat menghambat tumbuh kembang anak.

c.   Program Dental Immunization / Imunisasi gigi kepada anak-anak dan  mengarahkan orang tua siswa untuk mendidik anaknya dalam melakukan kebiasaan pemeliharaan kesehatan gigi yang perlu diberikan sejak dini agar dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut di kemudian hari.

d.   Kegiatan Dental Immunization / Imunisasi Gigi merupakan upaya promotif dan preventif  yang dapat menekan jumlah masalah kesehatan gigi sebagai bentuk Aksi Indonesia Bebas Karies tahun 2030 mendatang.

 

B.     Nama Kegiatan

UKGS Inovatif Mandiri : Dental Immunization / Imunisasi Gigi SD Pedalangan 02 Banyumanik Semarang

 

C.     Dasar Kegiatan

1.     Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 126/Menkes/SK/II/2004 Tahun 2004 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas.

2.     Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 131/Menkes/SK/II/2004 Tahun 2004 tentang : Sistem Kesehatan Nasional (SKN).

3.     UU No 32 th 2009 tentang Kesehatan.

4.     Keputusan Menteri Kesehatan No 58 tentang Standar Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi.

5.     Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 89 Tahun 2015 tentang Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut.

 

D.     Pengertian UKGS Inovatif

1.     Model pendayagunaan tenaga dokter gigi dan perawat gigi melalui pelayanan kesehatan gigi promotif dan prefentif di sekolah yang merupakan upaya pelayanan kesehatan gigi atau pendekatan yang memanfaatkanan tenaga kesehatan gigi (dokter gigi dan perawat gigi) dalam bentuk pelayanan mandiri kesehatan gigi promotif dan preventif kepada anak sekolah.

2.     Pelayanan UKGS Inovatif kesehatan gigi promotif dan preventif yang merupakan upaya kesehatan gigi dengan memberikan pelayanan berupa pendidikan, pemeliharaan kesehatan gigi dan pencegahan penyakit gigi dan mulut bagi anak sekolah dengan simulasi program Irene Donut, Imunisasi Gigi dan Pelapisan permukaan gigi, yang dikelola dan di laksanakan oleh perawat gigi dengan penanggung jawab klinis oleh dokter gigi.

 

E.        Sasaran Kegiatan

Anak SD kelas 1-3 dan Orang Tua Siswa

 

F.         Tujuan Kegiatan

1.         Tujuan Umum :

Meningkatkan mutu cakupan, efisiensi pelayanan kesehatan gigi dan mulut dalam rangka tercapainya kemampuan memelihara diri di bidang kesehatan gigi dan mulut serta status kesehatan gigi dan mulut yang optimal.

2.         Tujuan Khusus :

Meningkatkan pengetahuan, sikap dan kemampuan anak usia TK  untuk berperilaku hidup sehat dan mendeteksi kejadian karies sedini mungkin  yang mencangkup:

a)    Mampu memelihara kesehatan gigi dan mulut

b)    Mampu melakukan upaya untuk mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut

c)     Mengetahui kelainan-kelainan dalam bidang kesehatan gigi dan mulut, serta mampu melakukan tindakan yang tepat untuk mengatasinya.

d)    Mampu menggunakan sarana pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang tersedia secara wajar.

3.         Memberikan Sosialisasi program Dental Expo/ Imunisasi Gigi kepada anak-anak dan orang tua tentang pentingnya Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut agar gigi yang karies menjadi sehat dan gigi yang sehat tidak terjadi karies.

4.         Memotivasi anak agar mau melakukan pembiasaan hidup sehat khususnya dalam memperlakukan gigi agar bebas karies maka status gizi dan pertumbuhan otak anak akan baik dan masa depannya cemerlang.

5.         Menyukseskan program Inovatif yang menghasilkan generasi Indonesia bebas karies tahun 2030.

 

G.        Bentuk Kegiatan

a.     Karnaval Gigi Sehat (anak-anak, guru)

b.     Sosialisasi Dental  Immunization / Imunisasi Gigi (orangtua murid)

c.     Fun Game (anak-anak), penyuluhan kesehatan gigi

d.     Pemeriksaan Gigi

e.     Pengisian format Irene donuts

f.       Praktek Dental Immunization/Imunisasi Gigi/ pengolesan vitamin gigi

g.     Surface Protection/ Perlindungan bagi gigi geraham 1 yang rentan terkena karies.


 

BAB II

PELAKSANAAN

 

A.  Pelaksanaan Kegiatan

Hari          : Jumat & Sabtu

Tanggal    : 27 & 28 September 2024

Waktu       : 08.00 – selesai

Tempat     :  Aula SDN Pedalangan 02 Banyumanik Semarang

 

B.  Target Audiens

Target audiens pada kegiatan ini adalah Seluruh siswa KB TK Islam Al Azhar 29 Semarang

 

C.  Manfaat UKGS Inovatif (Imunisasi Gigi) :

1.     Bagi masyarakat pengguna (Murid KB TK  dan orang tuanya)

a.       Meningkatnya akses masyarakat, khususnya murid KB-TK terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang bermutu karena :

1)    Jarak lebih dekat

2)    Tidak ada biaya transportasi

3)    Biaya pelayanan lebih murah (dengan sistem prabayar)

4)    Waktu tunggu bagi pasien (murid)berkurang

5)    Waktu orang tua untuk mengantar anak ke fasilitas pelayanan tidak diperlukan

6)    Mutu pelayanan lebih baik

7)    Keteraturan pemeriksaan terjamin

2.     Bagi sekolah:

a.     Terjaminnya ketersediaan pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi murid-muridnya.

b.     Berkurangnya absensi murid karena :

1)   Murid menjadi lebih sehat

2)   Waktu tempuh ke tempat pelayanan menjadi berkurang

3)   Waktu tunggu di tempat pelayanan berkurang atau tidak ada

c.   Pengetahuan dan kesadaran murid dan guru akan kesehatan bertambah

d.   Daya tarik sekolah bagi calon murid atau orang tua murid karena adanya tambahan fasilitas kesehatan gigi yang terjamin.

 

D.         Anggaran biaya

1.      Penerimaan 

Murid 50 x Rp.7.000 /anak/bulan  Rp.

2.     Pengeluaran

Pengadaan bahan praktek Immunization :

a.       Bahan imunisasi 2 pot @ Rp 50.000 : Rp.      100.000

b.       Kuas Vitamin                                   : Rp.        40.000

c.       Chek plaq                                        : Rp.        50.000

d.       Transport Supervisi                          :Rp.       100.000

e.       Bahan ATK:                                    Rp.       150.000

f.         Handscoon                                      :Rp.         40.000

g.       Honor Pelaksana Imunisasi 1 orang  :Rp.       1.000.000

Jumlah                                                  :Rp.       1.480.000

 

E.         Jenis Pelayanan

               Jenis pelayanan yang diberikan terdiri dari:   

1.      Pemeriksaan & deteksi dini kejadian karies

2.      Penyuluhan tentang kesehatan gigi

3.      Gosok gigi massal/bersama-sama

4.      Deteksi plak setelah menggosok gigi

5.      Surface protection

6.      Proteksi eksternal dengan aplikasi mineral CPP-ACP

7.      Produk-produk lain yang ditambahkan adalah hadiah 

 

F.         Sumber Daya

1.      Sumber Daya Manusia

a.     Perawat gigi DIII atau D.IV Keperawatan gigi yang profesional

b.     Perawat gigi yang berkomitmen tinggi terhadap keberhasilan program

c.     Dokter gigi penanggung jawab program

2.      Fasilitas

a.     Ruang Kelas

b.     Air bersih

 

 

 

G.        Susunan Panitia

Penasehat            : Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang

Pembina               : Kepala Sekolah

                   Ketua Komite Sekolah

                    Ketua Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Semarang

Penanggung jawab : Dosen JKG

Perawat pelaksana : Lulusan JKG

 

H.         Evaluasi Kegiatan

Sebagai wujud tindak lanjut dari Kegiatan UKGS Inovatif, maka akan dilaporkan hasil dari kegiatan di atas disetiap akhir semester yaitu berupa laporan hasil pemeriksaan gigi, hasil kegiatan pengisian irene donuts, dan pelaksanaan imunisasi gigi.


BAB III

PENUTUP

 

Demikian Proposal Kami buat untuk dapat menjadi pertimbangan Bapak/Ibu Kepala TK. Semoga niat mulia kami dapat memberikan manfaat bagi anak anak bangsa dan dapat mencerdaskan generasi penerus bangsa, selanjutnya kami menunggu tindak lanjut dari pihak sekolah.

 

 

 

                                              Semarang,    Agustus 2023

                                     Pengelola UKGS Inovatif Mandiri

 

 

 

                                        Salikun, S.Pd, M.Kes

                                 NIP. 19620406 198803 1 002

                                                   

.                                                                                   

 

 

 

                                                                                        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan Populer